Penyebab Wanita Lebih Rawan Kecelakaan Dalam Naik MOtor

1. Sering Memakai Perasaan Bukan Logika

Cewek Bermotor 1

Cewek Bermotor 1

Tentu saja berkendara memerlukan logika dan kecekatan juga kecepatan, menurut penelitian bahwa wanita yang terlalu menggunakan perasaan dalam berkendara akan mengalami penurunana kecekatan.

2. Sibuk sendiri di dalam mobil

Cewek Bermotor 2

Cewek Bermotor 2

mungkin jarang yang merhatiin apa yang dilakukan wanita di dalam mobil saat berkendara, mereka suka lebih takut make-up luntur, telat bales bbm dari pada nabrak.

3. Pelan di jalur kanan

Cewek Bermotor 3

Cewek Bermotor 3

jalan pelan itu benar.. dan wanita selalu merasa benar ketika mereka berjalan pelan tapi di jalur kanan, ntah apa yang dipikirkan dan dilakukan, sepertinya masih berkaitan dengan nomer 2 diatas

4. Berhenti tiba2 dgn hal sepele

Cewek Bermotor 4

Cewek Bermotor 4

Rata rata wanita atau ibuk-ibuk pengguna kendaraan terlalu mudah panik atau heboh dalam berkendara. Contohnya saja berhenti mendadak di tengah jalan cuma karena alasan konyol, contoh ikat rambut jatuh. Akhirnya kecelakaan tidak bisa di hindarkan.

5. Ga pake helm, sayang rambut drpd kepala

Cewek Bermotor 5

Cewek Bermotor 5

sering gak liat cewe naik motor atau di bonceng ga pake helm? atau cuma bawa helm tapi di tenteng aja ga dipake?

6. Posisi yang tidak safety

Cewek Bermotor 6

Cewek Bermotor 6

ini untuk yang bermotor,dimotor matic kalo kita merhatiin posisi tangan cewe saat naik motor, gak siap di tuas rem, cenderung menggenggam handgrip.

7. Pake rok dan sepatu hak tinggi

Cewek Bermotor 7

Cewek Bermotor 7

Pakai rok, ketat naik motor, pasti duduknya di ujung jok dan sama sekali ga nyaman. apa yang terjadi saat ada hal yg ga terduga?

8. Tau lampu sen tapi nggak ngerti kaca spion

Cewek Bermotor 8

Cewek Bermotor 8

gak di motor atau di mobil. wanita sering kali gak paham dengan fungsi kaca spion, ketika mau belok, sen menyalah mereka pikir sudah benar tanpa mau melihat sekitar

Tahukah Anda Kecelakaan Motor Terjadi Setiap 5 Menit Sekali

Tahukah anda bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor terus bertambah setiap harinya, hal ini tidak lepas dari jumlah peningkatan kendaraan bermotor yang selalu meningkat pula. Dikatakan oleh wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono bahwa kecelakaan di Indonesia terjadi setiap lima menit dan kematian akibat kecelakaan lalu lintas terjadi setiap 20 menit.

“Untuk itu telah dan sedang dilakukan berbagai upaya untuk menurunkan kecelakaan dan tingkat fatalitasnya melalui program Decade of Action for Road Safety,” katanya dalam siaran pers terkait pertemuan International Transport Forum (ITF) Annual Summit 2014 di Leipzig, Jerman, Sabtu (24/5). Pertemuan internasional itu berlangsung selama dua hari, 21-23 Mei 2014.

Dia mengungkapkan, rasio kepemilikan kendaraan beroda dua di Indonesia saat ini adalah satu sepeda motor untuk empat orang. Ada sejumlah alasan mengapa fenomena tersebut terjadi.

Pertama harga sepeda motor murah dan mudah didapatkan. Kedua, transportasi publik belum termasuk dalam perencanaan tata ruang, sehingga sepeda motor dianggap sebagai alternatif untuk menurunkan kemacetan lalu lintas. Ketiga, Dealer dan institusi finansial memberikan skema kredit yang terjangkau untuk memiliki sepeda motor.

Terkait itu, menurut Bambang, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Diantaranya, kampanye etika mengendarai sepeda motor, bekerja sama dengan manufaktur sepeda motor untuk mencari terobosan penurunan angka kecelakaan lalu lintas.

Kemudian, sosialisasi safety riding, didukung oleh komunitas sepeda motor dan korporat. Lalu, Meningkatkan partisipasi publik dalam mematuhi aturan tata cara berlalu lintas dan menciptakan sistem transportasi yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan.